Tifa merupakan alat musik pukul (tabuh) asli papua. Dimana setiap suku dan daerah di papua mempunyai alat musik ini namun ada beberapa suku yang tidak pernah mempunyai atau menciptakan alat musik ini. Kegunaannya sendiri untuk mengiringi lagu-lagu adat mau pun tarian adat dan upacara adat yang di laksanakan. Setiap suku dan daerah mempunyai model tifa yang berbeda-beda pulang, untuk penutup tifanya sendiri terbuat dari kulit biawak, dan kayu yang di gunakan untuk membuat tifa sendiri biasanya dari kayu susu dan lenggua (kayu kuning).
Demikian sedikit informasi tentang alat musik pukul (tabuh) asli papua, semoga bermanfaat.
Showing posts with label Budaya Papua. Show all posts
Showing posts with label Budaya Papua. Show all posts
Sunday, 23 August 2015
Budaya Papua (Tifa)
Saturday, 22 August 2015
Budaya Papua (Perahu Mansusu)
Kali ini saya akan sedikit jelaskan tentang Budaya Papua khususnya Perahu Mansusu (bhs.biak). Perahu mansusu merupakan perahu perahu perang suku biak, di mana dulu nenek moyang suku biak ciptakan untuk mengarungi lautan bebas, menyebrangi pulau-pulau dan kegunaan utamanya yaitu untuk berperang. Dahulu nenek moyang suku biak di kenal sebagai bajak laut di karenakan setiap daerah yang mereka singgahi dengan perahu ini, mereka akan merampok dan menjadikan setiap pria suku yang mereka rampok itu sebagai budak yang akan di jual ke kesultanan tidore. Namun zaman sekarang perahu mansusu ini sudah tidak dapat di temukan lagi karena udah tidak ada yang membuatnya, yang tersisa hanyalah kenangan dan cerita saja.
Demikian penjelasan singkat mengenai Perahu Mansusu (bhs.biak). Semoga bermanfaat dan dapat memperkaya pengetahuan kita tentang ragam budaya nusantara kita ini.
Demikian penjelasan singkat mengenai Perahu Mansusu (bhs.biak). Semoga bermanfaat dan dapat memperkaya pengetahuan kita tentang ragam budaya nusantara kita ini.
Friday, 21 August 2015
Budaya Papua
Patung Karwar
Patung karwar merupakan patung berhala suku biak, yang mana pada zaman dulu nenek moyang suku biak gunakan untuk menyembah dewa matahari mau pun di gunakan untuk tempat bersemayamnya roh orang mati. Jika ada sanak saudara yang meninggal, maka pihak keluarga membuat sebuah patung yang kemudian di tempatkan di salah satu ruangan, dan di percaya bahwa rohnya orang yang meninggal tersebut dapat tinggal dalam patung itu sehingga walaupun tubuhnya telah tiada namun rohnya masih tetap tinggal bersama mereka. Namun sejak Injil masuk di tanah papua yang di bawa oleh bapak Ottow dan Geisler di pulau mansinam manokwari propinsi papua barat, dan mulai di sebar ke seluruh pelosok tanah papua, maka seluruh dewa2 berhala yang di sembah dalam bentuk patung di buru dan di musnakan. Sehingga patung2 tersebut sudah tidak dapat di temukan lagi zaman sekarang, namun ada yang tersisa dan sempat di selamatkan dan kini berada di nuseum negara belanda. Saat ini yang bisa di buat hanyalah duplikat sebagai media pengetahuan saja, supaya anak cucu pun tahu seperti apa bentuk patung karwar yang dulu di ciptakan oleh nenek moyangnya.
Demikian sedikit penjelasan tentang patung karwar yang merupakan patung dewa berhala suku biak papua, dan semoga bermanfaat.
By. Rumah Budaya Nusantara Sanggar Araima Papua
By. Rumah Budaya Nusantara Sanggar Araima Papua
Subscribe to:
Posts (Atom)

